Bengkulu Post | Lebong-DPRD Lebong meminta, Bupati terus menggenjot kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyerapan anggaran. Pasalnya, dari hasil evaluasi semester pertama tahun 2022, serapan anggaran OPD masih rendah.
“Kita tengah membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022, dari hasil evaluasi yang dilaporkan oleh Pemprov rata-rata serapan anggaran masih pada angka rendah,” ujar Ketua DPRD Lebong.
Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen meminta rekanan untuk segera mempercepat diri berkaitan dengan pengerjaan proyek fisik.
Sebab kontraktor bisa terkena penalti hingga blacklist jika gagal merampungkan proyek. Termasuk meminta OPD sebagai pengguna anggaran berkoordinasi dengan pelaksana maupun pengawas.
“Ini kan sudah bulan Desember hampir masuk pertengahan. Saya masih melihat pekerjaan fisik yang belum selesai,” katanya, Kamis (1/12)
Lanjut Carles menjelaskan, dirinya tidak menginginkan pekerjaan telat.
Karena hal itu merupakan salah satu alat ukur kinerja pemerintah. Termasuk di dalamnya lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan penggunaan anggaran.
“Sekarang sudah mau tutup buku, tetap kita ingatkan seluruh pekerjaan fisik harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Pentolan Partai PAN itu menyebut, sesuai jadwal seluruh pekerjaan itu harus terselesaikan pada Desember 2022. Namun, Pemkab bisa memberikan tambahan waktu penyelesaian kepada kontraktor pelaksana proyek.
Asal, penyebab keterlambatannya bukan kesalahan yang disengaja. Seperti, curah hujan tinggi dan banjir yang menghambat proyek drainase atau semenisasi.
“Saya berharap seluruh OPD yang punya pekerjaan fisik segera penyelesaian serapan anggarannya. Kalau bisa sudah 100 persen bulan ini,” imbuhnya.
Serapan anggaran yang rendah akan berdampak negatif terhadap ekonomi. Carles mengingatkan Bupati untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah OPD yang bermasalah dalam realisasi anggaran.
Pihak DPRD Lebong minta pada semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah kabupaten Lebong untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sekitar satu bulan ini dalam mengejar target realisasi kegiatan 2022.Hal ini diharapkan realisasi kegiatan bisa optimal mendekati atau malah mencapai seratus persen.
Ketua DPRD Lebong meminta OPD-OPD untuk bekerja lebih giat lagi agar capaian target terpenuhi karena anggaran semakin tahun semakin berkurang ditambah pula dengan kegiatan yang dilaksanakan tidak pula mencapai target.
“Jadi kita minta seluruh kegiatan yang sudah ditenderkan, harus dikerjakan sesuai target,” sebutnya saat dikonfirmasi, bebebrap waktu lalu.
“Untuk kepentingan masyarakat banyak berjalan baik dan mudah-mudahan Lebong menjadi bahagia dan sejahtera,” pungkasnya.[Tuti/Adv]

