Emosi dan Tersinggung Saat Pesta Malam, Pemuda Tusuk Teman Sendiri Hingga Meninggal

Kepahiang – Bengkulu Post.id –Suasana gembira di sebuah pesta pernikahan Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, mendadak berubah menjadi horor yang mencekam.

Sebuah perayaan yang seharusnya menjadi momen penyatuan dua insan justru berakhir dengan tumpahnya darah. Pada Senin dini hari, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.50 WIB, nyawa seorang pemuda melayang akibat sebuah insiden penusukan yang sangat tragis di tengah keramaian hiburan malam.

Tragedi ini bermula ketika para tamu undangan sedang asyik menikmati musik dan berjoget bersama. Namun, suasana yang hangat perlahan memanas karena pengaruh alkohol.

Kapolres Kepahiang, AKBP M. Faisal Pratama, melalui Kasat Reskrim AKP Dennyfita Mochtar, menjelaskan bahwa ketersinggungan antar pemuda memicu keributan besar ini.

Tersangka F (21) dan korban DP (21) awalnya sedang berkumpul bersama rekan-rekan mereka di lokasi pesta. Sayangnya, aksi saling senggol saat menari menyulut emosi tersangka yang sudah dalam kondisi mabuk.

Akibat rasa tersinggung yang mendalam, tersangka langsung mencabut sebilah pisau dari balik pakaiannya untuk menyerang korban.

Kejadian tersebut menjadi semakin memilukan karena adanya unsur salah sasaran. Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa tersangka F sebenarnya mengincar orang lain berinisial R.

Namun, karena kondisi lokasi yang sangat gelap dan penuh sesak dengan orang yang berkerumun, tersangka kehilangan kendali atas arah serangannya.

Tanpa melihat dengan jelas siapa yang ia hadapi, F langsung menghujamkan senjatanya dengan membabi buta. Nahas, mata pisau tersebut justru mengenai DP, rekan yang sebenarnya tidak menjadi target utama.

“Adanya ketersinggungan yang menyebabkan tersangka mengeluarkan pisau. Hingga akhirnya, menusuk seseorang yang saat itu adalah korban,”ujar kasat Dennyfita Mochtar.

Akibat luka tusukan yang sangat fatal di tengah kegelapan malam tersebut, korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Meskipun tersangka sempat berusaha menghilangkan jejak dengan melarikan diri dari lokasi kejadian, pihak kepolisian tidak tinggal diam.

Tim Elang Juvi Satreskrim Polres Kepahiang langsung melakukan pengejaran secara intensif segera setelah menerima laporan warga. Ketangkasan personel kepolisian di lapangan benar-benar teruji dalam situasi darurat ini.
Hanya dalam kurun waktu satu jam setelah aksi penusukan, tim berhasil mendeteksi keberadaan pelaku.

Polisi meringkus tersangka F tanpa perlawanan saat ia bersembunyi di sebuah pondok yang terletak tidak jauh dari Mapolres Kepahiang.

“Pelaku berhasil di amankan di sebuah pondok yang tidak jauh dari Polres,” singkat AKP Dennyfita Mochtar.

Kini, pemuda tersebut harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah merusak hari bahagia menjadi duka mendalam bagi banyak pihak korban.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *