Kepahiang – Bengkulu Post.id –Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepahiang dari kwartal pertama hingga saat ini terus mendorong bidang pendapatan asli daerah (PAD) mendongkrak pendapatan dari berbagai macam jenis pajak agar capaian PAD sesuai target sebesar Rp 70 Milyar pada tahun 2025 namun hingga saat ini baru terdata dan tercapai kisaran 80% (56 milyar) dengan waktu tersisa tentunya terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperoleh pendapatan dari sektor pajak, demikian uraian Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepahiang Jhono Antoni, MM saat disambangi, Pada Senin (22/12/2025).
Adapun penerimaan PAD meliputi :
Pajak daerah, Retribusi daerah,Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,
dan Lain-lain PAD yang sah, Setelah wajib pajak membayar pajak melalui bank yang telah ditentukan maka semuanya akan masuk ke dalam kas daerah Kabupaten.
” Hingga saat ini capaian PAD Kabupaten Kepahiang baru mencapai 80% (56 milyar) dari target sebesar Rp 70 Milyar dan kita terus mendorong kepada bidang untuk dapat memaksimalkan agar sesuai dengan harapan bersama, termasuk dapat mendatangi kepada pihak-pihak pengelola sarang burung walet semua ini ditempuh untuk kepentingan pembangunan karena pajak merupakan kontribusi wajib yang terutang pada negara oleh orang pribadi atau badan bersifat memaksa berdasarkan undang-undang,” ujar Kaban.
Diketahui lanjut Jhono,
” Pajak adalah penopang dalam pelaksanaan seluruh kegiatan termasuk terkait pembayaran gaji, Kegiatan pembangunan baik ditingkat pemerintah Kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi dan di tahun yang akan datang capaian PAD semaksimal mungkin harus sesuai dengan target yang kita sepakati,” harap Jhono.
Ditanya terkait dana bagi hasil dari Provinsi?
Kepala BKD menjelaskan secara detail.
” DBH tahun 2024 untuk Kabupaten Kepahiang sebesar Rp 25 milyar baru dibayar sebesar Rp 7 milyar, artinya piutang Pemprov masih tersisa sebesar Rp 18 milyar dan pada tahun 2025 ini Kabupaten Kepahiang mendapatkan DBH sebesar 10 milyar dan baru diterima Rp 4 milyar, jadi harapan kita sisa DBH sebesar Rp 24 milyar dapat direalisasikan,” pinta Kaban.(stv).

