Kepahiang – Bengkulu Post.id –Sebelumnya dalam minggu- minggu terakhir kebutuhan akan gas elpiji memang meningkat sehingga sulit bagi warga Kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan pasokan gas elpiji 3kg khususnya, di beberapa Kecamatan berasa sekali kelangkaan dimaksud seperti terlihat sore kemarin emak – emak bersama anaknya bertanya dimana bisa membeli gas elpiji ukuran 3 kg dimaksud.
Untuk mengetahui kesiapan dan ketersediaan gas elpiji yang tersebar di pangkalan serta sejauh mana pemantauan pihak Pemkab Kepahiang dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM memonitor distribusi dari agen kepada pangkalan di Kabupaten Kepahiang.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Herman Zamzari, S.Pkp, MP didampingi Kabid Perdagangan Abdullah, SE, pada Jum’at pagi (7/3/2025) saat dikonfirmasi mengatakan dan menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ini di masyarakat terkait kelangkaan ketersediaan gas elpiji 3kg.
” Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM hanya sebatas memantau pendistribusian termasuk pengecekan harga gas per tabung ukuran 3kg dan berat gas lainnya, Dari pemantauan serta data yang kita peroleh, Harga net gas elpiji 3kg dari agen kepada pangkalan seharga 20 ribu per tabung di setiap Kecamatan Kabupaten Kepahiang pengecualian di Kecamatan Muara Kemumu sebesar 21 ribu per tabung,” ujar Herman.

Kadis mengharapkan semoga “Semua pihak untuk bisa membantu mensosialisasikan bahwa distribusi dan ketersediaan gas elpiji 3 Kg berjalan normal sesuai kuota yg diperuntukan melalui dua (2) agen resmi kita,
diharapkan masyarakat untuk tidak panik buying dan bijak menggunakan gas sesuai dengan kebutuhan sehari hari,” sampai Herman.
Abdullah, SE menambahkan ada dua (2) agen yang mendistribusikan pasokan gas elpiji 3kg setiap harinya yakni
Agen Mitrananda Kerotama Abadi (MKA) membawahi 93 pangkalan yang tersebar di seluruh Kabupaten Kepahiang, Agen Meriyani Betuah Sejahtera (MBS) membawahi 85 pangkalan yang tersebar juga di Kabupaten Kepahiang,” ujar Dullah.
Kabid Perdagangan mempertegaskan ” Agen MKA setiap harinya memasukkan 2800 unit tabung gas elpiji ke pangkalannya dan agen MBS setiap harinya mendistribusikan sebanyak 1680 unit tabung gas elpiji ke pangkalannya masing masing, Perlu diketahui sambung Kabid, Dinas hanya memantau ketersediaan pasokan gas dari agen hingga sampai ke pangkalan setiap harinya,” tutup Abdullah.
Lain pula dijelaskan Melani pemilik warung manisan di area Kuto Rejo, Bahkan sebelum memasuki bulan puasa untuk penjualan gas elpiji 3kg sangat terbatas karena memang sulit mendapatkannya, Biasanya per dua hari pihak pangkalan memasukan gas elpiji sebanyak 50 unit/ tabung, kini seminggu hanya dimasukkan 10 tabung gas,” kesal Mei.
Terpantau kemarin, Emak – emak digoncengi anaknya sepertinya sangat memerlukan gas elpiji bertanya kesana kemari di depan kantor Pos Kepahiang, termasuk tidak meratanya harga gas di beberapa Kecamatan dan ini harus menjadi pantauan Pemerintah daerah agar situasi tetap kondusif.(stv).

