Kepahiang – Bengkulu Post.id –Puluhan masa aliansi dari Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan melakukan orasi di depan Polres Kepahiang dalam rangka menyampaikan beberapa tuntutan terkait penyelesaian atas kematian (almh) Sopiah yang ditemukan sudah tidak bernyawa di liku 9 desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang pada Selasa (10/3/2026), Sebelum menyampaikan orasi para masa aksi didatangi langsung oleh Kapolres bersama Waka Polres, Kabag Ops serta Kasat Reskrim, Kasat Intel dan PJU Polres lainnya setelah menyampaikan orasi segenap masa dipersilahkan untuk masuk ke gedung vicon Polres, Pada Selasa sekira pukul 10.40 wib (6/4/2026).
Dalam aksinya masa berorasi dipimpin koordinator lapangan bernama Ahmad Tartusi menyampaikan tiga (3) tuntutan yaitu :
- Mendesak Kepolisian untuk mendalami dan mengungkap pelaku atas dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Almh. Sopiah (Warga Desa Sungai Pinang, Musi Rawas).
- Menuntut transparansi yang seluas-luasnya dalam setiap tahapan proses penyidikan kasus kematian korban.
- Menuntut profesionalitas Polri agar bekerja secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Setelah berorasi selama dua puluh menit, Seluruh masa diajak oleh Kapolres kepahiang menuju ruang Command Center/ruang vicon Polres Kepahiang untuk beraudiensi secara langsung guna menyampaikan aspirasi hingga selesai.
Orasi yang dilakukan oleh aliansi warga Musi Rawas atas kematian (almrh) Sopiah hingga selesai berjalan tertib, kondusif dan tetap sejuk.(stv).

