Kepahiang – Bengkulu Post.id –Pemerintah Desa Temdak Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang menjalankan program ketahanan pangan yaitu melakukan Penggemukan ternak kambing dengan mengajak masyarakat yang benar-benar dapat mengurus ternak (memberi pakan) kedepannya dapat berkembang, berhasil sehingga nantinya warga masyarakat pengurus ternak tersebut sejahtera, demikian disampaikan Kades Temdak saat penyerahan beberapa ekor bibit kambing kepada warga, pada Minggu pagi (26/6/2026).
Inovatif transformasi ide-ide kreatif menjadi hasil nyata yang memberikan nilai tambah, meningkatkan efisiensi, atau meningkatkan kinerja. Hal inilah yang dilakukan Kades Temdak dalam mencari solusi terbaik bagi warga masyarakatnya menghadapi tantangan global dimana saat ini pimpinan suatu wilayah harus berani melakukan terobosan agar dapat berhasil.
Menggunakan sumber anggaran yang ada, seperti DD selain menjalankan program prioritas tentunya program apa yang dapat dijalankan tapi tidak berbenturan dengan aturan yang ada.
Setelah diadakan musdus dilanjutkan dengan Musdes beberapa waktu yang lalu warga masyarakat memberikan masukkan terkait penggemukan kambing dan atas saran pendapat maka program dimaksud dapat diterima serta dituangkan dalam apb-des tahun anggaran 2026.
Penggemukan berlangsung 3–6 bulan dengan target berat optimal, sementara breeding (pembesaran anakan) lebih menguntungkan dengan membeli indukan yang sudah membawa anak.
Kades Temdak Carles mengatakan hadir saat penyerahan bibit kambing kepada warga pengelola/yang mengurus ternak hewan kambing diantaranya BPD, Ketua TPK, Perangkat Desa Temdak dan Tokoh masyarakat.
Bibit kambing telah diterima pihak pengelola/pengurus ternak dan berharap dalam waktu tidak terlalu lama hewan kambing tersebut cepat membesar alias gemuk dan membuahkan hasil maksimal.
” Tadi kita telah menyerahkan bibit kambing pejantan kepada pengelola atau warga yang mengurus ternak kambing tersebut, kurun waktu 3 hingga 6 bulan kedepan nanti program penggemukan ternak ini berhasil signifikan dan dapat dijual, selanjutnya pengelola mengembalikan modal awal ke kas desa dan keuntungan dibagi dua ( antara yang mengurus dengan desa) semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama yaitu dalam rangka meningkatkan pendapatan desa,” sampai Carles.
Satu persatu kambing pejantan dibagikan kepada warga yang ingin mengurus ternak kambing penggemukan diserahkan sesuai hasil dari kesepakatan saat Musdes hingga berakhir berjalan tetap lancar dan aman.(stv).

