BREAKING NEWS: Datangi PWI Kaur, Emak-emak Ini Ngaku Dimintai Uang Pelicin oleh Oknum Penyelenggara Pemilu 2024.

Bengkulu Post – Kaur. Datangi PWI Kaur, Emak-emak Ini Ngaku Dimintai Uang oleh Oknum Penyelenggara Pemilu 2024 .
Emak-emak ini mendatangi Sekretariat PWI Kaur di Taman Bineka komplek Perkantoran Pemda Kaur.

Emak-emak tersebut berasal dari Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur.

Keduanya menyampaikan keluhan berkaitan dengan perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Sekretariat Panwas.
Erna Suryati, yang merupakan ASN aktif ini mengaku kepada sejumlah awak media jika ia merasa dibohongi.

Erna mengklaim dimintai uang Rp7 juta oleh oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebagai ‘pelicin’ agar anaknya bisa lulus menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Muara Sahung.

Demi anaknya, pelapor mengaku mengindahkan permintaan itu. Hanya saja, belum lagi uang diberikan, anaknya justru dinyatakan tidak lulus.

“Anak saya nilainya nomor dua besar. Tapi, jangankan lulus, 6 besar saja tidak masuk,” ujar Erna Suryati.

Erna sempat diperlihatkan nama-nama yang lulus pada Sabtu (21/1/2023).

Dimana nama anaknya sempat masuk nomor 3 dan dinyatakan lulus.

Tetapi, saat pengumuman, nama anaknya tidak muncul.

Bahkan nama yang nilai tertinggi dari CAT juga tidak masuk.tuturnya lagi.(NS)

One thought on “BREAKING NEWS: Datangi PWI Kaur, Emak-emak Ini Ngaku Dimintai Uang Pelicin oleh Oknum Penyelenggara Pemilu 2024.

  1. Sudah menjadi rahasia umum sekarang. Mulai dari tingkt PPK sampai ke bawah² nya harus ada uang pelicin untuk dapat lolos menjadi penyelenggara pemilu.
    Pasaran nya bervariasi. Mulai dari 5 sampai 7 jt.
    Tapi media bungkam setelah di sogok segepok uang. Cobalah kita hitung setiap desa ada 3 PPS yg terpilih, di kaur ada ratusan desa di kali 3. Audah berapa banyak uang yg mereka dapat. Miliaran kalo kita hitung. Tolong lh pihak media untuk dapat mengusut kasus ini sampai selesai jngan hanya setengah ². 🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *