BengkuluPost.id – SD Negeri 13 Bengkulu Selatan diterpa isu tak sedap. Beredar berita di berbagai media online yang dinilai mendiskreditkan Kepala SD Negeri 13 Bengkulu Selatan.
Menyikapi kabar miring tentang dirinya tersebut, Kepala SD Negeri 13 Bengkulu Selatan, Sri Maryanti merasa difitnah atas kabar tak sedap yang menerpa dirinya tersebut.
Diceritakannya, dalam berbagai berita dirinya diisukan telah berbuat arogan terutama terkait kebijakannya dalam menata kantin sekolah. Kepala sekolah diisukan memerintahkan melabrak dan merusak salah satu tempat berdagang warga dekat sekolah, dengan tujuan agar menguntungkan salah satu warga yang berjualan lainnya.

Bahkan kepala sekolah diisukan mengancam Murid SD di sana akan memberi nilai buruk jika tidak berbelanja ke warung yang dimaksud.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Sekolah, Sri Maryanti merasa miris dan sedih atas fitnah yang menimpahnya itu.
“Selama ini saya tidak pernah menanggapi hal ini.Bahkan saya disakiti dengan berita-berita miring saya diam saja. Bahkan di berita-berita media online, saya tidak pernah memberi pernyataan, yang ada hanya pernyataan sepihak saja. Kali ini saya paksakan untuk menyampaikan hal ini, intinya saya merasa difitnah atas kabar yang beredar selama ini,” tegas Kepala Sekolah.
Terkait dengan pembongkaran tempat jualan di dekat SD, kepala sekolah menybut hal itu dilakukan karena pihak sekolah sedang menyiapkan kantin di dalam sekolah.
“Kita siapkan kantin di dalam sekolah, tujuannya agar lebih aman, lebih terjaga, anak-anak tidak perlu keluar pagar sekolah kalau mau jajan. Pihak sekolah tidak pernah melarang siapapun mau berjualan, silahkan saja barang makanan dan minuman jualannya dijual ke kantin sekolah. Dengan adanya kantin sekolah, harapan kita, jajanan yang dijual di sana lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya,” tegas Kepala Sekolah.
Sri Maryanti menduga, bahwa ada orang-orang yang mendalangi atas beredarnya isu miring tentang dirinya itu, dengan maksud merusak nama dan karir serta bertujuan membuat agar dirinya tidak betah menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah di sana.
Meski demikian, dirinya mengaku tetap fokus dan semangat menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
“Atas kejadian ini tidak menyurutkan langkah dan semangat saya untuk mendidik anak-anak dan memajukan sekolah. Sebagai abdi negara, hal tersebut sudah menjadi kewajiban saya. Biarkan fitnah bertebaran, saya tetap fokus dengan pekerjaan,” ujar Sri Maryanti.
Selain itu, Sri Maryanti juga menduga sikap terhadap dirinya itu bisa saja terjadi sebagai akibat ketegasannya dan kedisiplinannya dalam menegakkan peraturan di sekolah, sehingga banyak pihak yang tidak senang dengan dirinya.
Dirinya berharap doa dan dukungan semua pihak, warga Desa batu Kuning, Wali Murid dan Dinas Dikbud agar polemik ini tidak berlarut-larut.
“Saya tidak dendam atas fitnah ini, semoga SDN 13 Bengkulu Selatan semakin jaya,” pungkas Sri Maryanti. (Kbrbs)

