Listrik Di Kaur Sering Padam, Masyarakat Kecewa.

BENGKULU POST – KAUR.Banyak keluhan masyarakat terkait listrik Kabupaten Kaur yang baru-baru ini sering terjadi listrik padam, belum tahu pasti alasan apa yang membuat listrik kaur sering padam, akan tetapi hal ini menjadi salah satu polemik masyarakat kaur, bahkan sempat terjadi perdebatan di dunia media sosial (medsos).

Masyarakat Mungkin ada yang pro dan mungkin juga ada yang kontra, akan tetapi jangan mengubah sebuah kata-kata “kalau ngeluh listrik mati, jangan berlangganan pln”

Opini seperti ini bisa bahaya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola adalah negara, bukan pribadi, jadi tiap-tiap warga negara berhak menerima kesejahteraan termasuk menikmati penerangan listrik.

Seperti dikutip dari infokhatulistiwa.id Pemenuhan tenaga listrik bagi setiap warga negara Indonedia, pada dasarnya merupakan salah satu hak asasi manusia yang diatur di dalam International Covenant on Economic, Social, and Cultural Right (ICESCR). Negara tidak boleh menunda-nunda atau bahkan mempersulit pemenuhan hak warga negara untuk menikmati pelayanan tenaga listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Hukum Tata Negara Aidul Fitriciada Azhari. Ahli yang dihadirkan Pemohon tersebut mengatakan hak asasi untuk memperoleh perumahan yang layak adalah bagian dari hak untuk memperoleh standar hidup yang layak yang merupakan kepentingan utama bagi pemenuhan seluruh hak ekonomi sosial dan kebudayaan yang diatur dalam Pasal 11 ayat (1) ICESCR yang juga termasuk dari kebutuhan listrik itu sendiri.

Sedangkan di Kabupaten Kaur sendiri masih sangat jauh apa yang dikatakan sejahtera terkait listrik, karena banyaknya keluhan masyarakat.

Itin Susti salah satu warga kaur menyampaikan banyak warga Kaur sekarang masih tetap mengalami kekecewaan tentang listrik.

“Benar kami masih merasa kecewa, kususnya saya pribadi, kadang seharian listrik padam, dengan alasan pembersihan dan lain-lainnya, akan tetapi masih tetap sering padam, kalau cuaca buruk bukan takut cuacanya, tapi kebanyakan takut listriknya padam, karena itu sudah jadi kebiasaan, kami tidak tahu apakah memang terkendala dari tekanan tambak yang ada di kaur yang di prioritaskan atau hal lainnya,” ujar heri dengan nada kesal.(20/04/23)

Yang lebih ironis lagi baru-baru ini meteran saya di lepas di rumah saya tanpa pamit sama saya, sedangkan rumah dalam keadaan kosong kemudian meteran tersebut di larikan entah kemana.

Akibat ini kami sekeluarga tudak bisa memasak nasi berikut anak saya tidak bisa belajar padahal besoknya mau ikut ualangan.Tutur Itin saat di wawancarai Bengkulu Post di kediamannya.

Kepala Direktur Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Bintuhan Sandi saat dihubungi melalui nomor telpon membenarkan meteran tersebut , menurutnya pelanggan yang bersangkutan sudah menunggak selama 3 bulan.

Permasalahan ini meteran tersebut akan di ganti dengan meteran yang memakai pulsa, jelas Kepala PLN Rayon Bintuhan belum lama ini.(ns/zon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *