Kepahiang – Bengkulu Post.id –Presiden RI ke- 6 Ir. H. Joko Widodo didampingi ibu negara Iriana Jokowi dan rombongan juga Bengkulu Rohidin Mersyah tiba di Kabupaten Kepahiang dalam rangkaian lawatan kerja di Provinsi Bengkulu, Orang nomor satu RI disambut Bupati Kepahiang bersama unsur forkopimda melakukan blusukan ke pasar tradisional pasar Kepahiang sekira pukul 11.00 wib, Beliau langsung mendekati para pedagang kaki lima, melihat infrastruktur pasar los Kepahiang sembari membagikan paket sembako dan baju kaos pada warga masyarakat di sekitar pasar, pada Kamis siang (20/7/2023).
Presiden Jokowi disambut histeris oleh masyarakat terutama pedagang K5, tukang becak, pedagang kelontong, warga yang telah menunggu kehadiran RI 1 ada yang ingin berjabat tangan bahkan berfoto dengan orang nomor satu di Indonesia ini.

Kedatangan Presiden RI di bumi sehasen Kabupaten Kepahiang dijaga ketat pihak TNI, Polri, Paspampres dalam rangka mensterilkan situasi sehingga kunjungan RI 1 berjalan sesuai dengan protap Kepresidenan (protokoler).
Setelah meninjau pasar, Sebelum bertolak dan mengunjungi RSUD Kepahiang Presiden sempat memberikan bantuan dana (dalam amplop) kepada pedagang grobak kemudian kembali membagikan baju kaos didampingi Gubernur Bengkulu ikut menyerahkan kaos kepada masyarakat sekitar pasar.
Selanjutnya Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersama rombongan dikawal ketat pihak keamanan melakukan kunjungan ke RSUD Kepahiang disambut secara langsung oleh Wakil Bupati H. Zurdi Nata, S.IP, Presiden Jokowi sempat melihat beberapa ruang poli RSUD, Infrastruktur seperti ketersedian air, juga melihat kelayakan ruang inap, ruang operasi dan ruang bangsal.

Usai meninjau situasi infrastruktur RSUD Kepahiang, Presiden menyampaikan didepan awak media ” Rumah Sakit Daerah Kepahiang merupakan type C memiliki 124 bad, Spesialisnya harus lengkap namun ini sudah cukup baik dan biasanya di rumah sakit terkait spesialis menjadi persoalan minimal spesialis harus ada 13, Saya lihat kebersihan dan sanitasinya cukup baik, Jadi ada masalah satu terkait peralatan operasi katarak nah hal ini akan saya kirim secepatnya,” tegas Presiden.

Ditanya persoalan Stunting, Presiden menjelaskan ” Pada tahun 2014 tingkat Stunting 37 persen, Alhamdulillah saat ini turun menjadi 22 persen dan target Pemerintah pada tahun 2024 turun lagi menjadi 14 persen,” tutur Presiden.
Setelah memberikan keterangan pers, Presiden dan rombongan menuju rumah dinas Bupati Kepahiang untuk melaksanakan Isoma (istirahat, solat dan makan siang) sebelum bertolak ke Bengkulu.(stv).

