Diduga Mau Untung Besar, Proyek Dana Desa 2023 Dibangun Asal Jadi

Lebong_. “Parah sekali.Diduga mau untung besar pembangunan Saluran irigasi di Desa,Bajok Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong,dikerjakan asal jadi.”Kata sumber warga setempat yang tidak ingin disebutkan jati dirinya,Jum.at (22/09/2023) di rumahnya desa bajok..

Menurut sumber, bahwa pembangunan irigasi dari Dana Desa tahun 2023 baru selesai pekerjaannya pada pertengahan bulan juni tahun 2023.

“Pekerjaan irigasi tersebut memang sangat parah dan asal jadi saja, warga meminta agar instansi yang melakukan pengawasan dan pemeriksaan jangan ada dusta, karena masyarakat sudah paham itu.” Jelas sumber.

Sumber menilai, kalau proyek irigasi tersebut seperti pakaian tambal sulam dikarenakan lapuk. “Akan tetapi pembangunan irigasi itu baru dibangun dalam hitungan hari, mengapa suda rusak dan malah roboh,aneh.” Ungkap sumber…

Dia juga menambahkan, bahwa irigasi sepanjang 246 meter tamba TPT sepanjang 20 meter dengan pagu Rp 465,208,000. itu sepertinya layak untuk dibongkar dan diperbaiki kembali.

“Sebab,kalau dinding irigasi tanah yang diplaster tanpa batu padas, dan batu padas hanya digunakan untuk topinya saja.” Ungkap sumber dengan wajah kecewa.

Menurut pantauan dilapangan, bahwa ada plang proyek pembangunan irigasi sepanjang 246 meter dan TPT 20 meter dengan pagu Rp.465,208,000. yang ada di areal persawahan tepatnya di Desa Bajok Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong

Tak hanya itu, pada bangunan tampak jelas di bagian dinding irigasi yang tanah di plester tanpa ada batu padasnya, kemudian pada bagian lain digunakan padas hanya sebagai topi irigasi saja, dan juga minimnya semen sehingga batu padas tidak mengikat.

Kemudian berulang kali rekan – rekan wartawan dan LSM kelokasi pembangunan irigasi itu, namun sekalipun tidak pernah dijumpai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di lokasi.

Menurut konfirmasi melalui handphone kepada salah seorang dilapangan, kalau TPK itu disinyalir atas nama saja, yang terkesan seperti boneka.

Selain itu, bahwa pembangunan irigasi adanya diareal persawahan yang tidak terlepas dari pantauan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Rimbo Pengadang dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bajok, sebagai koordinasi.

Namun saat dikonfirmasi Ketua BPP dan PPLnya tidak mengetahui dan tidak ada pemberitahuan kalau di lokasi persawan desa bajok akan dibangun irigasi dari Dana Desa…

“Informasi pembangunan irigasi di areal persawahan di Desa bajok, baru ini kami dengar. Tetapi berapa panjang, lebar dan pagunya juga tidak tahu, kemungkinan karena dananya bersumber dari Dana Desa jadi kami tidak dilibatkan.” Ungkap sumber..

Selanjutnya, terkaitan pembangunan irigasi tersebut, saat dikonfirmasi Kepala Desa Bajok,belum bisa menjelaskan permasalahan irigasi di desa nya.sampai berita ini di terbikan namun pihak maupun kepala desa nya enggan menjelaskan dan tidak memberikan hak sangga serta hak jawab kepada pihak media bengkulu post.id..

kalau dugaan kami benar ada nya maka kami harap kepada pihak APK serta intansi terkait untuk turun kelapangan serta.melibatkan pihak media..[Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *