Pemkab Lebong Melalui Dinas Pertanian Bidik Produksi Padi MT2  Tahun Depan Optimis Meningkat

Bengkulu Post | Lebong-Ketahanan global dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19 tahun lalu, aktivitas manufaktur yang terus tumbuh ekspansif, serta peningkatan harga komoditas seiring geliat permintaan global menjadi landasan optimisme ekonomi global untuk pulih dengan cukup baik di tahun 2022 hingga  2023.

Keberhasilan dalam pengendalian pandemi pada Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 5,2% akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat sesuai perkembangan situasi yang dinamis, dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan serta kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

Khusus sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sektor pertanian mampu bertahan sebagai buffer perekonomian.

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan,” ujar Bupati Kopli Ansori saat menggelar panen raya musim tanam kedua (MT2) di Desa Pyang Mbik Kecamatan Amen Kabupaten Lebong, Senin (25/9) sekitar pukul 10.03 WIB.

Pengembangan pertanian berkelanjutan dengan peningkatan skala usaha melalui integrasi hulu-hilir serta pelibatan teknologi dalam lingkup korporasi menjadi prasyarat dalam peningkatan daya saing komoditas pertanian, baik untuk pemenuhan dalam negeri maupun orientasi ekspor.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam penguatan ketahanan pangan nasional, termasuk kemudahan perizinan dan juga mendorong pembentukan dari badan pangan nasional kemudian sinergi BUMN untuk distribusi pangan pasca panen dan kerja sama pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).  Penyaluran KUR di sektor pertanian sendiri memiliki porsi kedua terbesar dalam KUR sektor produksi sebesar 30,1% setelah sektor perdagangan sebesar 44,7%.

Untuk mendukung program strategis di sektor pangan dan pertanian, Pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan diantaranya stabilisasi harga dan pasokan pangan, pengembangan Kawasan Hortikultura Orientasi Ekspor, pengembangan sawit rakyat, pengembangan usaha peternakan terintegrasi, serta pengembangan korporasi pertanian maupun perkebunan.

Menurutnya, program MT2 dipastikan sukses. Saat ini pihaknya mulai mengalihkan fokus dengan merencanakan upaya peningkatan hasil produksi dari setiap lahan MT2. Contoh lahan yang memproduksi dari 5-6 ton per ha ditargetkan naik dari 8 sampai 9 ton per ha.

“Jadi kalau petani bisa menanam dan panen dua kali musim dalam satu tahun bisa memproduksi per ton padi. Kondisi ini akan menjadi upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi berlangsung,” kata Kopli.

Dia juga meminta, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) setempat untuk menaikkan jumlah produksi. Dipastikannya Desa Talang Liak II Kecamatan Bingin Kuning sebagai wilayah pilot project untuk meningkatkan produksi.

“Yang sementara ini daei 7-9 ton per ha naik menjadi 11- 12 per ha,” harapnya.

Sementara itu, Camat Amen Reno Adedo menambahkan, di kec Amen keikutsertaan lahan yang siap ikut serta MT2 mencapai 350 ha terdiri 8 desa.

“Dengan melihat desa yang sudah panen. Harapan kita tahun depan seluruh desa ikut MT2,” pungkasnya.

Dia menambahkan, untuk luasan sawah MT2 tahun depan  ditargetkan meningkat. Mulai dari hanya menyentuh ratusan  Hektare (HA) tahun 2023 meningkat menjadi ribuan  pada tahun 2024.

“Untuk produktifitas MT2 tahun ini mencapai ratusan Ha. Sehingga harus ada peningkatan tahun depan. Target kita sampai ribuan Ha,” ucapnya.

Sementara itu, untuk memperluas MT2 tahun depan menjadi ribuan  Ha ia akan menerjunkan penyuluh di desa-desa.

“Untuk penyuluh kita sudah standby di lokasi. Tahun depan kita ada penambahan, apakah itu berupa pengangkatan THLT. Karena tiap tahun penyuluh kita menurun,” pungkasnya.[Thuty/Adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *