Bengkulu Post | Lebong_Rembuk stunting merupakan pertemuan dalam rangka membahas hasil perumusan kegiatan melalui diskusi terarah untuk membuat komitmen Desa dan menetapkan kegiatan-kegiatan konvergensi dalam menangani stunting. Dalam rembuk stunting ini membahas dua hal, pertama kegiatan konvergensi penanganan stunting yang akan dilakukan pada tahun berjalan dan kedua komitmen Desa untuk kegiatan penanganan stunting dalam untuk RKP Des tahun berikutnya.
Masalah stunting telah menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Stunting, atau pertumbuhan anak yang terhambat, dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, yang pada gilirannya akan memengaruhi masa depan bangsa.

Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi suatu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pencegahan stunting adalah sebuah upaya yang harus dilakukan bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Stunting sendiri dapat dicegah dengan berbagai cara, seperti memberikan nutrisi yang cukup kepada ibu hamil, menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, memberikan makanan tambahan yang sesuai dengan usia anak, dan menjaga kebersihan serta sanitasi lingkungan.
Pemerintah Desa Garut Kecamatan Amen Kabupaten Lebong telah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi masalah stunting. Pada hari ini 28 September 2023 bertempat di aula Balai Desa, Desa Garut menggelar acara “Rembuk Stunting” yang dihadiri oleh berbagai pihak,Pjs Kades Garut Dafri Almeidy, Camat Amen di wakili oleh Sekcam Amen dan Kasi Ekbang, PKM Puskesmas Sukaurajo sebgai nara sumber, kepala KUA Amen, Penyuluh lapangan KB kecamatan Amen, pendamping desa, termasuk tokoh masyarakat, seperti Kepala Dusun se-Desa Garut , TP PKK Desa Garut, BPD, Kepala Puskesmas Desa, Kader Posyandu, Bidan, dan Perawat wilayah Desa Garut.

Dalam sambutannya Pjs Kades Dafri Almeidy, mengatakan, “Kita perlu melakukan langkah-langkah preventif untuk terus menekan lajunya angka stunting. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga generasi penerus agar tumbuh sehat dan cerdas”, Ungkap Kades dalam sambutannya.
Pjs Kades Dafri Almeidy menambahkan, “Meskipun Desa Garut tergolong sangat rendah angka stuntingnya, tidak boleh berbangga terlebih dahulu. Kita perlu terus menjaga dan melakukan berbagai upaya untuk menekannya. Upaya pencegahan stunting tidak boleh berhenti. Ini adalah perjuangan panjang yang memerlukan komitmen dan kerja keras dari semua pihak”, Terangnya.
Pjs Kades Dafri Almeidy juga menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam mengatasi stunting, “Kami siap bekerja sama dengan Puskesdes, kader Posyandu, bidan, perawat, dan seluruh komponen masyarakat untuk mencapai tujuan bersama ini. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang perlu diatasi secara komprehensif”, Pungkasnya.
Setelah acara pembukaan dan sambutan selesai, acara Rembuk Stunting langsung dipimpin oleh bidan dan perawat wilayah Desa Garut.
Bersama peserta lainnya, semua berembuk untuk memberikan usulan program dalam rangka mencegah dan menurunkan angka stunting di Desa Garut. Para peserta terlihat aktif saling memberikan pendapatnya masing-masing, menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi masalah stunting ini.
Semua pihak berharap bahwa acara Rembuk Stunting ini akan menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi angka stunting di Desa Garut, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia.
Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat diatasi secara efektif demi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.[thuty]

