Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Lebong Turun Tajam

Bengkulu Post | Lebong-Upaya Pemdakab Lebong  dalam menanggulangi masyarakat miskin menunjukan hasil dengan penurunan tingkat kemiskinan yang signifikan.

Pasca pandemi Covid-19 tingkat kemiskinan Kabupaten Lebong perlahan menurun. Tercatat tahun 2021 tingkat kemiskinan sebesar 12.00 persen lalu kemudian naik tahun 2022 menjadi 12,03 persen yang disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan aktifitas masyarakat dalam rangka penanggulangan wabah virus korona.

Seiring meredahnya pandemi Covid-19, aktifitas usaha masyarakat juga mulai terbuka dan perekonomian mulai bergerak kembali.

Hal itu selaras dengan data yang dirilis oleh BPS Kabupaten Lebong. Berdasarkan data tahun 2022 persentase tingkat penduduk miskin di Kabupaten Lebong mengalami penurunan pada angka 11,15 persen atau menjadi 13,23 ribu jiwa dalam tingkat penurunan penduduk miskin.

Menurutnya, angka ini lebih kecil jika dibanding dua tahun terakhir. Dimana pada tahun 2021 sebesar 12.00 persen atau sebesar Rp 13,97 ribu jiwa, dan pada tahun 2022 sebesar 12.03 persen atau sebesar Rp 14,14 ribu jiwa.

“Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 11,15 persen, menurun 0,88 persen,” lanjut dia menjelaskan.

Dia menuturkan, persentase angka kemiskinan Lebong menurun berdasarkan Garis Kemiskinan  (GK). “Untuk penghitungan dilakukan di BPS RI menggunakan pendekatan pengeluaran,” pungkasnya.

Kondisi menurunnya angka kemiskinan yang cukup signifikan ini merupakan buah kerja Pemerintah Kabupaten Lebong dibawah kepemimpinan Bupati Lebong, Kopli Ansori dengan menggagas sejumlah program dan terobosan seperti penguatan ketahanan pangan, dan UMKM.

“Persentase inilah salah satu ukuran yang bisa merepresentasikan tingkat penduduk miskin di Kabupaten Lebong  ”, kata Yuniarto, pada Senin (23/10).

Lebih lanjut, Yuniarto, , menjelaskan data BPS sudah jelas persentase tingkat penduduk miskin di Kabupaten Lebong.

Indikator makro Kabupaten Lebong  juga menunjukan angka yang sangat positif dengan angka yang melesat tajam. Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Lebong, seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), begitu juga dengan Indeks Pembangunan Manusia .Indikator lainnya, seperti penurunan jumlah pengangguran juga meluncur tajam .[Thuty]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *