Desa Batu Ampar Miliki Gedung Bangsal Pasca Panen Bantuan dari Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian

Kepahiang – Bengkulu Post.id –Dalam rangka menggerakkan salah satu program ekonomi kerakyatan yang telah lama dikerjakan pihak Pemdes Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang mengolah berbagai macam oleh- oleh khas desa, membuat makanan dari bahan yang ada didesa seperti mengolah daun kopi dijadikan peyek, unji dijadikan makanan (cemilan) stick unji, Bolu gula aren, stick rebung, bolu kopi gula aren sehingga mendapat respon positif dari Kementerian Pertanian melalui dirjen hortikultura dengan memberikan bantuan salah satu pembangunan gedung yang saat ini telah selesai dikerjakan juga telah beroperasi, demikian disampaikan Kades Batu Ampar saat dikunjungi, pada Senin (21/1/2024).

Kades Batu Ampar Harwan Iskandar memaparkan selain akan menjadikan desa Batu Ampar sebagai desa wisata tentunya potensi yang ada didesa akan kita tingkatkan menjadi salah satu pendapatan desa.
” Pada tahun yang lalu setelah melihat peluang terkait adanya program dari kementerian Pertanian ( gedung bangsal pasca panen) dan adanya dukungan dari tokoh masyarakat, warga masyarakat, tokoh agama serta perangkat desa maka kita usulkan kepada dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan program dimaksud,” pungkas Harwan.

” Alhamdulillah berkat sabar serta mempelajari potensi apa yang harus di ekspos dan menghasilkan PAD bagi desa dengan keyakinan serta kerjasama yang baik bersama warga maka aktivitas dalam mengerjakan berbagai kegiatan dapat dijalankan, Saat ini sambung Kades ” Oleh- oleh khas desa Batu Ampar seperti diuraikan diatas tadi telah siap untuk dipasarkan juga telah tersedia di gedung Bangsal Pasca Panen hortikultura beralamat di dusun III desa Batu Ampar,” ujarnya.

Selain potensi dalam mengembangkan makanan Snack(oleh-oleh khas desa), Potensi alam juga dikembangkan pihak Pemdes Batu Ampar seperti adanya Air terjun donok, Wisata kebun kopi termasuk mengembangkan potensi budaya yakni tari kejei tradisional salah satu warisan budaya non benda.(stv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *