Kepahiang-Dalam upaya peningkatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang terus digalakkan, pada tahun 2026 mendatang Infrastruktur di RSUD Kepahiang akan dibangun dua gedung fasilitas kesehatan melalui Dinkes Kabupaten Kepahiang yakni gedung Cathlab dan gedung fasilitas khusus di rumah sakit dan industri farmasi yang dirancang untuk menangani obat kemoterapi/antikanker berbahaya, dijelaskan Direktur RSUD Kepahiang Dr. Febi Nursanda melalui Kabag Umum dan Kepegawaian Iswarno, M.Ph, pada Rabu (17/12/2025).
Kabag Tu dan Kepegawaian ini menuturkan gedung Cathlab nanti fungsinya untuk ruang operasi pemasangan ring atau bedah jantung.
Cathlab ini merupakan ruang khusus di rumah sakit yang dilengkapi teknologi pencitraan canggih (sinar-X) untuk mendiagnosis dan melakukan tindakan intervensi minimal (non-bedah) pada penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti pemasangan stent (ring), angiografi, atau ablasi menggunakan selang tipis (kateter) yang dimasukkan lewat pembuluh darah, tanpa perlu operasi terbuka besar, sehingga pemulihan lebih cepat.
Dipandang sangat perlu adanya ruangan cathlab ini tujuannya untuk mempermudah pelayanan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah sehingga pasien dapat pertolongan lebih cepat.
” sejauh ini pasien dirujuk ke Bengkulu, namun setelah gedung ini nanti rampung pelayanan akan jauh lebih cepat dimana RSUD kepahiang sudah punya gedung sendiri” kata iswarno.
Selain gedung Cathlab RSUD juga akan bangun gedung Sitotoksik fasilitas khusus di rumah sakit dan industri farmasi yang dirancang untuk menangani obat kemoterapi/antikanker berbahaya, melindungi petugas dari paparan, serta mencegah kontaminasi silang, dengan standar bangunan ketat (material halus, non-pori), sistem udara khusus (HEPA filter, tekanan negatif/positif), dan alur kerja aman (pass box) untuk memastikan sterilitas dan keamanan maksimal sesuai standar K3 dan CPOB.
” untuk penganggaran sudah di setujui semoga tidak dialihkan, harapan kedepan jika fasilitas sudah tersedia maka kita akan hadirkan dr. spesialis sehingga pasien tidak perlu jauh – jauh untuk berobat” demikian Iswarno.(rls).

