Kepahiang – Bengkulu Post.id –Lima hari pasca Nataru 2026 situasi dan kondisi di Kabupaten Kepahiang berjalan kondusif akan tetapi ada fenomena yang perlu disikapi segera yaitu terkait persampahan dimana terlihat dengan jelas dibeberapa titik adanya penumpukan sampah hal ini menjadi PR bagi dinas LH untuk menyikapi agar sejalan dengan salah satu program Kepala daerah dan untuk menindaklanjutinya hari ini pihak instansi yang bersentuhan langsung (DLH) bergerak cepat menyelesaikan persoalan tersebut, seperti dijelaskan Kadis Lingkungan Hidup Dra.Sumi Pitriani, M.Si saat disambangi, pada Senin (5/1/2026).
Pasca Nataru 2026 serta limpahan persampahan dari rumah tangga dan belum maksimalnya petugas kebersihan dalam melakukan aktivitas mengingat sebelum masuk tahun anggaran baru (2026) beberapa petugas kebersihan bagian bongkar muat ada yang di rumahkan maka menjadi kendala bagi dinas dalam pergerakan untuk antisipasi pengangkutan sampah ke TPA, mulai hari ini (5/1) terpantau tenaga kebersihan bersama timnya bergerak mengambil seluruh sampah dibeberapa titik yang ada di kota untuk diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Hingga pukul 11.00 wib tadi, masih terlihat tumpukan sampah di bak sampah dekat jembatan Tebat Monok sebagian telah dilansir dan diangkut ke tempat pembuangan akhir dan secara berguyur akan diselesaikan.
Kabid Kebersihan DlH Kabupaten Kepahiang Tris Wahyudi, M.Si mewakili Kadis menjelaskan
” Memang dilematis terkait volume sampah pasca Nataru ini betul- betul meningkat di satu sisi anggota (kru) bagian bongkar muat sampah biasanya setiap truk ada 3 personil ditambah 2 personil mengambil sampah menggunakan kendaraan roda tiga, truk yang beroperasi ada 5 unit, mobil kecil 2 unit, untuk antisipasi sembari menunggu regulasi maka sebanyak 17 personil (PPPK) kita kerahkan untuk membantu pekerjaan tersebut, Insya Allah dalam pekan ini permasalahan sampah akan diselesaikan termasuk penambahan personil,” sampai Tris.
Dalam percakapan tadi, pihak DLH Kabupaten Kepahiang tetap berupaya bekerja maksimal untuk menangani persoalan sampah agar Kepahiang bebas dari sampah, tetap bersih serta asri.(stv).

