Bengkulu Post – Kaur. Hewan ternak masih menjadi penyebab konflik masyarakat yang kerap kali sulit teratasi dalam kehidupan bersosial. Hewan ternak liar kerap kali menimbulkan persoalan konflik. Hal ini disebabkan ternak merusak tanaman maupun pekarangan.
Selain itu, hewan ternak juga menimbulkan korban jiwa akibat berkeliaran di jalan raya. Karena itu, persoalan hewan ternak perlu ada solusi yang tepat untuk segera diselesaikan.
Banyaknya hewan ternak yang berkeliaran diarea pertanian maupun jalan raya ini patut diatensi guna disusun peraturan yang lebih mengikat.
Diharapkan, hewan ternak tidak lagi menjadi sumber konflik ditengah masyarakat. Karenanya, aturan yang kuat akan melahirkan kesadaran peternk.
Dalam penyusunan draf aturan hewan ternak, perlu melibatkan peternak maupun petani. Sehingga, masing-masing masukan dapat disatukan untuk menjadi peraturan.
Sanksi hukum yang diberikan akan dimengeri dan dijalankan dengan baik. Khususnya, masalah ganti rugi tanam tumbuh yang rusak maupun sengketa kecelakaan yang disebabkan oleh hewan ternak.
“Perlu duduk bersama antara petani, peternak maupun pengguna jalan raya yang difasilitasi oleh pemerintah. Sehingga, masukan maupun saran pendapat disimpulkan guna ditetapkan sebagai peraturan yang baku,” ungkap Anwar (Ns/yti/Nusantara)

