Bengkulu Post | Lebong-Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Lebong Tahun 2023 merupakan dokumen perencanaan untuk periode lima tahun yang memuat tujuan, sasaran, program,kegiatan dan sub kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pertanian yang disusun dengan berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebong Tahun 2023.
Adanya kasus pandemi covid-19 yang berkonsekuensi pada perlunya daerah melakukan perubahan pada dokumen RPJMD, serta perlunya Dinas Pertanian Kabupaten Lebong melakukan perubahan pada Renstra.

Dengan demikian, bersamaan dengan dilakukannya perubahan pada RPJMD Kabupaten Lebong Tahun 2023, dilakukan pula perubahan pada Renstra Dinas Pertanian Tahun2023.
Memasuki musim penghujan, petani di Kabupaten Lebong sudah bersiap memasuki musim tanam padi ke-1. Para petani memanfaatkan hujan untuk melaksanakan tanam padi setelah berbulan-bulan lamanya mengalami kekeringan akibat kemarau.
Padi merupakan tanaman tangguh yang mudah untuk tumbuh di hampir semua jenis tanah. Namun, ketika petani mengharapkan hasil yang baik, petani harus mempersiapkan lahan, sehingga tanah dapat menyambut baik benih yang disemai. Begitu pula cara yang dilakukan oleh para petani di Kabupaten Lebong .
Penggunaan alat dan mesin pertanian dikembangkan agar pekerjaan dalam persiapan lahan menjadi lebih mudah dan efisien. Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi dalam bertani adalah dengan pemakaian tenaga mekanis, seperti penggunaan traktor.

Penggunaan traktor digunakan untuk mempersiapkan lahan yang ideal. Rata-rata setiap operator traktor bekerja untuk mempersiapkan masa pembibitan selama 25 hari. Tujuan penggunaan traktor dalam pengolahan tanah adalah untuk menciptakan keadaan fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman dengan peralatan yang bekerja secara mekanis dan berskala besar.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kopli Ansori mengatakan,” Dari tahun ke tahun program MT-2 ini diminati masyarakat, dibuktikan dengan lahan yang akan di kelolah naik signifikan, tahun kemarin lahan MT2 sekitar 300 ha, selanjutnya tahun ini mencapai 2000 ha lebih. Artinya masyarakat mulai merasakan manfaat bahwa program mt2 ini dapat meningkatkan perekonomi masyarat. tentu kita dari disperkan akan terus turun lapangan agar hasilnya lebih baik kedepannya, “
Adapun manfaat dari persiapan lahan ini yaitu untuk membersihkan gulma yang ada di lahan sawah, menggemburkan lahan sawah, menambah unsur organik di lahan sawah, dan menghambat pertumbuhan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman padi sawah.
Bertempat di Aula Dinas Pertanian Lebong, Rakor tersebut Dihadiri oleh Bupati , Staf Ahli Bupati, Asisten, Forkompimda, Sekda, Dinas Pertanian, Inspektorat, Bappeda, BKD, PMD, DKP, PUPR, Camat, Kepala Desa se Kabupaten Lebong serta awak media.[Thuty]

