Bengkulu Post | Bengkulu Selatan_Dinas Kesehatan BS mengingatkan agar para orang tua selalu mengawasi pergaulan anaknya.
Terutama yang mempunyai anak perempuan, agar selalu menjaga diri supaya mereka tidak terjebak dengan pergaulan yang bisa merusak masa depannya. Seperti pernikahan muda akibat dari pergaulan yang tidak baik Mengingat, pernikahan dini bisa mengancam keselamatan anak itu sendiri.
Kadis Kesehatan BS Didi Ruslan, S.KM, M.Si mengungkapkan, banyaknya kasus ibu dan bayi yang meninggal dunia saat melahirkan. Salah satu penyebabnya adalah tak lain karena sang ibu yang masih belum cukup umur untuk melahirkan seorang bayi.
Untuk itu, agar dapat menekan angka pernikahan dini di wilayah BS, Dinkes BS setiap tahun terus melakukan perpanjangan jalinan kerjasama berupa Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengadilan Agama (PA) Manna.
“Mou dengan Pengadilan Agama ini terkait tentang kompensasi pernikahan dini. Dengan kerjasama ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini di wilayah Bengkulu Selatan ke depannya,” ujar Kadis Kesehatan.
Dijelaskan Kadis Kesehatan Bs, para orang tua wajib tahu, jika ada anak perempuan yang umurnya masih remaja atau bahkan masih anak-anak melakukan pernikahan dini perlu adanya surat keterangan agar pernikahan itu bisa dilangsungkan.
Surat keterangan tersebut berupa kompensasi dari PA Manna. Sebelum mendapatkan surat kompensasi itu diperlukan beberapa keterangan dari dokter yang diambil dari hasil USG di rumah sakit, Puskesmas ataupun dokter spesialis.
“Sebelum melangsungkan pernikahan, khusus wanita yang masih di bawah umur, akan dilakukan pemeriksaan kondisi rahim dan pinggul wanita tersebut. Hal ini untuk mengetahui sudah siapkah wanita ini untuk mengandung dan melahirkan bayi,” ucap Didi.
Perlu diingat, sambung Didi, wanita remaja apalagi anak-anak sangat rawan memiliki rahim dan pinggul yang belum memenuhi syarat untuk kehamilan.
Jika ini masih saja dipaksakan, tentu saja akan mengancam keselamatan wanita tersebut. Yang bisa menyebabkan terjadinya kematian bayi dan sang ibu. Untuk itu, peran keluarga khususnya orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.
“Sebagai contoh, wanita yang belum cukup umur melahirkan seorang bayi yang lahir selamat namun dengan kondisi tubuh yang tidak mempunyai kekuatan fisik. Hal Ini merupakan salah satu aspek yang wajib untuk jadi perhatian serius bag i orang tua,” ungkap Didi. (kbrbs)

