Bengkulu Post | Lebong-Untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu dari seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan dan pasca pemilu, harus ada keterlibatan antara pemerintah dan masyarakat menuju pemilu yang berkualitas. Sehingga pelaksanaan Pemilu bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan atau polemik di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lebong, Kopli Ansori saat menggelar Pendidikan Politik bagi pelajar/pemilih pemula dan tokoh masyarakat yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Aula Pemda, Rabu (29/11) sekitar pukul 08.00 WIB.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, bahwa masih banyak anggota masyarakat yang tidak tau atau tidak mau tau terhadap aturan dalam pelaksanaan Pemilu, dengan menghalalkan segala cara untuk menang.
“Ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tahu terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, disinilah peran Bawaslu untuk mensosialisasikan batasan-batasan atau rambu-rambu dalam pelaksanaan Pemilu, sehingga masyarakat makin sadar dan makin tau terhadap pelaksanaan pemilu” jelas Bupati.

Bupati menambahkah, dari pengalaman pelaksanaan Pemilu yang sudah dilaksanakan, masyarakat yang menemukan pelanggaran ternyata masih bingung harus lapor kemana. Ini juga perlu sosialisasi.
“Bawaslu harus berperan terhadap pelaksanaan pemilu dengan turun ke Kecamatan-kecamatan atau desa, untuk menampung laporan dari masyarakat, sehingga ada reapon cepat dalam menindaklanjuti laporan pelanggaran pelaksanaan pemilu” tambah Bupati.
Lebih penting lagi, Sosialisasi harus dilakukan lebih dini terutama kepada pemilih pemula atau calon pemilih pemula dalam hal ini adalah pelajar. Kesadaran masyarakat dalam politik harus terus ditingkatkan, sehingga masyarakat paham mengenai manfaat dari pengawasan untuk mengurangi kecurangan-kecurangan atau kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu.
Acara dibuka langsung Bupati Lebong, Kopli Ansori didampingi Sekda Lebong, Mustarani Abidin, Kaban Kesbangpol Lebong, Hambali, Ketua MUI Lebong, Mukhlas, para camat, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Turur hadir perwakilan siswa SMA-SMK Aliyah se-kabupaten Lebong dengan didampingi guru pendamping dari masing masing sekolah, serta sejumlah tokoh masyarakat di daerah itu.
Kegiatan yang bertema Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula dan Tokoh Masyarakat se-kabupaten Lebong.
Ketua Panitia, Aleci Hutabarat menyampaikan, tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang politik, demokrasi generasi muda atau kaum milenial dalam rangka menyambut pemilu tahun 2024.
Termasuk, suatu upaya edukatif yang intensional, dan tersistematis untuk membentuk insan masyarakat yang sadar politik, dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis
atau moril yang dalam prosesnya melibatkan semua Golongan yang ada di kabupaten Lebong.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan sehingga
Kegiatan “Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula dan Tokoh Masyarakat seKabupaten Lebong Tahun 2023” dapat terlaksana dengan baik. Pada kesempatan ini pula
kami menyampaikan permohonan maaf, apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam
proses pelaksanaan kegiatan Sosialisasi ini,” demikian Aleci.
Sementara itu, Bupati Lebong, Kopli Ansori dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula dan tokoh masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang politik, demokrasi generasi muda atau kaum milenial dalam rangka menyongsong peringatan hari sumpah pemuda. Dengan harapan semangat pemuda-pemuda Indonesia untuk bersatu mewujudkan demokrasi yang baik dalam setiap kegiatan di masyarakat dan lebih penting lagi dalam menyambut pemilu 2024. Sehingga, peran serta dan partisipasi pemuda akan meningkat dan menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.
“Pendidikan politik adalah suatu upaya edukatif yang intensional dan tersistematis untuk membentuk insan yang sadar politik, dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggungjawab secara etis atau moril yang dalamnya melibatkan semua golongan. Oleh sebab itu, pendidikan politik memiliki peranan yang sangat penting dan strategis melalui pendidikan politik setiap individu,” kata penerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award dari Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin ini..
Politisi PAN ini juga menjelaskan, muara dari kegiatan politik adalah kesejahteraan masyarakat, bukan kegaduhan kaum elit, keributan orang-orang atas. Politik adalah formulasi kebijakan publik dan evaluasi atas pencapaian tujuan pembangunan. Politik adalah alat kontrol pembangunan dan harus bisa ditempatkan pada posisi yang seharusnya.
“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan politik dan demokrasi bagi pemilih pemula dan tokoh masyarakat. Sehingga, melalui pendidikan politik ini nantinya akan tumbuh anak-anak yang berkepribadian utuh, berketrampilan sekaligus juga berkesadaran tinggi sebagai negara warga yang baik,” tukas pria yang menerima Penghargaan Best Future Leaders of Indonesia.[Thuty]

