Kepahiang – Bengkulu Post.id –Proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang dengan menggunakan dana alokasi khusus tahun anggaran 2025 sebesar Rp 28 Milyar untuk 6 (enam) kegiatan tersebut tersebar di beberapa Kecamatan saat ini sedang berjalan dan berproses pengerjaan oleh pihak rekanan, diungkapkan Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Kepahiang, pada Jumat (25/7/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepahiang pada tahun anggaran 2025 memperoleh bantuan DAK untuk pembangunan infrastruktur yang sangat urgen seperti pekerjaan pelapis tebing, jembatan serta pekerjaan plat duiker di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Perolehan dana alokasi khusus ini diusulkan kepada BNPB pada tahun sebelumnya dengan menyerahkan rincian, dokumen, pemaparan lokasi- lokasi rawan bencana setelah itu barulah BPBD Kabupaten Kepahiang mendapatkan jawaban dan memperoleh DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran).
Kepala Pelaksana BPBD Hendra, ST menjelaskan ” Kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan saat ini diantaranya 4 pembangunan pelapis tebing, satu jembatan, satu unit plat duiker dimana semuanya sedang berjalan dan menghimbau kepada rekanan bekerjalah sesuai aturan, ikuti arahan konsultan, arahan pengelola tehnis agar hasil pekerjaan nanti berkualitas dapat dinikmati oleh masyarakat,” singkat Hendra.
Disisi lain, Junaidi, ST selaku PPTK menerangkan ” Empat pekerjaan pembangun pelapis tebing 1.berlokasi di Desa Pelangkian, 1. berlokasi di Desa Taba Tebelet, 1. berlokasi di Desa Karang Endah, 1. berlokasi di Kelurahan Sidodadi dan satu unit pekerjaan jembatan berlokasi di air susup Kelurahan Keban Agung serta pekerjaan plat duiker di Desa Benuang Galing – Talang Marto,” ujar Junaidi.
Progres pekerjaan hingga saat ini tambah Jon ” Pekerjaan pelapis tebing di Desa Pelangkian dan Desa Taba Tebelet progres mencapai (80%), di Desa Karang Endah progres (60%), di Kelurahan Sidodadi progres pekerjaan (55%) sedangkan progres pekerjaan jembatan di Kelurahan Keban Agung (80%) untuk progres pekerjaan plat duiker hingga sekarang baru (50%), Kita bersama tim terus memantau, membuat laporan terkait pekerjaan sesuai dengan perintah Kalaksa,” demikian Junaidi.(stv).

