Bengkulu Post – Kaur. Para petani Dikabupaten Kaur terpaksa harus menjerit karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi di pasaran.
Bahkan mereka juga rela mengeluarkan ongkos lebih besar untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya relatif tinggi dibanding pupuk subsidi.
“Saat ini keberadaan pupuk subsidi kembali langka, terbukti dengan sulitnya kami mendapatkan pupuk subsidi berakibat gagal panen. Apakah pupuk subsidi ini sudah tidak ada lagi ? tutur Pajri salah satu pemuka masyarakat Tanjung Kemuning saat menyampaikan keluhan kepada awak media (13/1/23).
Kelangkaan pupuk musim tanam padi akhir-akhir ini kami terpaksa mencari ke sejumlah kios di luar desa,”bahkan sampai mencari pupuk ke Kabupaten Bengkulu Selatan.
Tidak hanya kelangkaan pupuk subsidi seberat 50 kilogram (kg), tetapi juga berlaku untuk pupuk eceran yang biasa diecer di sejumlah kios. “Intinya bukan hanya langka, tetapi justru tidak ada sama sekali,” ungkapnya.
Alokasi Pupuk Bersubsidi Hanya Meng-cover beberapa Persen Kebutuhan Petani
“Sebenarnya ada beberapa jenis pupuk di pasaran, itupun hanya jenis Ponska. Sementara untuk jenis pupuk SP 36 juga relatif sulit, hanya saja untuk jenis Urea justru tidak ada sama sekali, termasuk untuk eceran,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga hingga saat ini juga belum mendapat kepastian soal kelangkaan pupuk subsidi. Sehingga pihaknya sangat berharap agar pemerintah daerah turun tangan untuk mengatasi persoalan yang sangat meresahkan para petani.
“Kami rasa hal ini tidak hanya kami yang merasakan, kami yakin para petani lain juga demikian. Semoga pemerintah segera memberi solusi, apalagi di tengah kelangkaan pupuk para petani juga dipusingkan dengan kelangkaan pupuk ” pungkasnya lagi.(NS)

