Mukomuko-Bengkulupost.id.-Berdasarkan Laporan masyarakat Desa Talang sakti yang Enggan di Tulis di Media ini, awak Media Bengkulu post dan Media Infokorupsi.com Croscek kelokasi,(29/03/23) Sangat banyak menemukan indikasi kecurangan atau menyalahi aturan,
Maksud kami yang namanya Raflanting itu pergantian kebun sawit yang tidak produksi lagi,sawit yang berumur 25 tahun ternyata setelah kami cek ke lapangan sawit masyarakat belum pernah di panen bahkan banyak lahan masyarakat belukar kebun karet,
Setelah kami konfermasi kepada kepala Desa Talang sakti,Samsul Saril, kami jujur saja Raflanting di Desa saya,saya selaku kepala desa sama sekali tidak mengerti,Orang Dinas langsung kepada ketua kelompoknya,silakan saja tanya sama ketua kelompok.
Kepala Desa Talang Petai, Martinus,awak media coba menanyakan masalah Reflanting tahun 2023 yang ada di desa Bapak bahkan Kepala desa menjawab kami selaku kades tidak tau menahu,entah berapa hektar,kontraktor siapa,silakan tanya sama ketua kelopoknya.
Awak media coba konfirmasi kepada salah satu yang punya lahan atau yang ikut Reflating,saya heran katanya sampai saat ini kebun kami belum di tanam,anehnya sementara pupuknya sudah datang sudah beberapa bulan yang lalu takut pupuk keras terpaksa kami pakai maupun kebun yang lain.
Setelah awak media konfirmasi kepada Dinas pertanian melalui Kabid Perkebunan Selasa (28/03/23) bahkan Kabid menjawab sejauh ini kami belum pernah kelokasi karna tenaga kami terbatas,apa lagi bulan puasa,dalam waktu dekat kami akan turun ke lapangan.
Tanggapan awak media berarti dinas menganggap sepele dengan kegiatan raflating tersebut,,berapa banyak anggaran yang dikucur kan ini uang negara bersumber dari dana rakyat jangan asal menjawab belum sempat turun kelapangan itu bukan jawaban,, sangat tidak logis oleh pihak dinas tersebut,, kurang nya tanggung jawab Seperti ini sungguh miris Dan tidak relepan ini bukan uang pribadi, ini anggaran rakyat kalau dibiarkan hancur lah negara ini,, coba profisional menjalankan uang rakyat ini. Kontraktor pun juga tidak sehat,, Karena kurang nya pertanggung jawaban Dan dinas harus bersikap tegas kalau tidak sesuai dengan teknis bukan nya masa bodoh,,, kalau Seperti itu Sudah Ada dugaan indikasi penyimpangan duit negara,, baik pelaksana Dan dinas diduga Sudah Ada kerja sama menyimpang Dan merugi kan keuangan negara/rakyat…bersambung..(Ar)

