BENGKULU POST – KAUR. Masyarakat jangan kaget jika membeli gas elpiji 3 kilogram (Kg) dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Hal itu karena Pemprov Bengkulu resmi melakukan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) terhitung 1 Juni 2023.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sudah menandatangani surat keputusan (SK) Nomor K. 212. BI Tahun 2023. Perubahan HET gas elpiji berlaku di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bumi Raflesia.
Kepala Biro Ekonomi Setprov Bengkulu Zahirman Aidi mengatakan Bengkulu menjadi provinsi terakhir yang melakukan penyesuaian HET Gas Elpiji 3 Kg sejak 2015. “Dibandingkan provinsi lain di Sumatera, Bengkulu paling terakhir (melakukan penyesuaian HET). Sehingga wajar saja dilakukan penyesuaian,” ungkap Zahirman, Kamis (1/5/24)
Penyesuaian HET Gas Elpiji 3 Kg terbaru. Untuk Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Seluma ditetapkan Rp 19.000 per tabung. Lalu Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong Rp 20.000/tabung. Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Lebong Rp21.000 dan terakhir di Mukomuko dan Kaur Rp22.000/tabung.
Zahirman mengatakan pertimbangan lain penyesuaian harga adalah kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 yang sudah membaik. Kemudian adanya kenaikan harga BBM yang menimbulkan kenaikan harga bahan pokok.
Penyesuaian HET Gas Elpiji 3 Kg dalam rangka membangun dan mempertahankan iklim investasi dan mengantisipasi kelangkaan atas ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg di tengah masyarakat. “Untuk harga ini tergantung dengan jarak sesuai perhitungan dari lokasi SPBE,” katanya.
Hiswana Migas Provinsi Bengkulu juga diminta melakukan pemantauan ke lapangan untuk mengawasi ketersediaan gas bersubsidi. Terutama pengawasan terhadap pangkalan yang diduga melakukan penyelewengan, baik dari sisi harga maupun stok barang. “Setelah ditetapkan penyesuaian HET Elpiji 3 Kg, diharapkan tidak ada lagi harga yang melebihi dari SK Gubernur,” tegas Zahirman.
Terpisah, Wakil Ketua Hiswana Migas Provinsi Bengkulu Hasyim Asngari mengaku pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika menemukan penyelewengan harga di tingkat pangkalan. “Apabila ada pangkalan yang nakal, kami akan memberikan sanksi tegas. Mulai dari pengurangan stok hingga penutupan usaha,” ancam Hasyim.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Gunadi Yunir berharap penyesuaian HET tidak menyebabkan kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Untuk itu pengawasan lapangan harus dijalankan secara ketat.
“Pendistribusian gas elpiji diharapkan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar berhak malah tidak mendapatkan gas bersubsidi,” tegas Gunadi.
Harga Terbaru
Terhitung 1 Juni 2023, harga gas elpiji subsidi 3 kg di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan harga. Termasuk di Kaur, harga jual pangkalan ditetapkan Rp 21 ribu-Rp 23 ribu per tabung. Kenaikan harga sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu Nomor K 212.BT Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi LPG.
Dengan kenaikan harga tersebut, harga terbaru di 15 kecamatan di Kaur mengalami perubahan. Untuk Kecamatan Tanjung Kemuning ditetapkan Rp 21.000 per tabung. Sementara di Kecamatan Nasal Rp 23.000 pertabung. Sedangkan di 13 kecamatan lainnya, harga gas 3 Kg ditetapkan Rp 22.000 per tabung.
“SK Gubernur sudah kami terima. Kami berharap pangkalan gas elpiji di Kaur tidak menjual jauh di atas HET yang telah ditetapkan. Ada kenaikan sekitar Rp 3500 per tabung dari harga sebelumnya,” beber Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kaur Agusman Efendi, SE, MM, kemarin (1/6/23).
Berdasarkan SK Gubernur, ada beberapa pertimbangan yang membuat harga gas LPG naik. Yakni surat DPC Hiswana Migas Nomor 006/DPC/HMI/VIII/2022 tanggal 19 Agustus 2022, perihal Usulan Revisi Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor R.277/V Tahun 2015 tentang HET LPG. Kemudian surat tanggapan dari Kabupaten/Kota atas Surat Gubernur Bengkulu Nomor 540/1728/B.3/2022 tanggal 6 September 2022 Perihal Permintaan Laporan Kajian Analisis Atas Usulan Kenaikan gas LPG di seluruh kabupaten dan kota.
“Berdasarkan surat ini, pangkalan tetap mendapat laba (margin pangkalan) Rp 3 ribu pertabung sesuai harga dari agen. Sehingga kami berharap pangkalan juga dapat menjaga harga tetap stabil dengan tidak menjual ke warung-warung sehingga memicu kenaikan harga yang tinggi,” tutur Agusman. (ns/jul)
Sumber : rasel.co

