Bengkulu Post – Kaur, Pada Selasa (14/2/23) Abrar (59) Warga Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kaur Utara patah tulang kiri akibat dari mesin pemotong rumput.
Atas kejadian tersebut keluarga Abrar langsung membawa ke Puskesmas Padang Guci untuk dilakukan perawatan, seteleh sampai di Puskesmas Perawatan Padang Guci tim medis Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Padang Guci langsung memberikan penanganan pertolongan pertama dengan menjahit dan memberikan inpus kepada korban.
Di kediamnya , Abrar menceritakan bahwa pada Selasa (14/2/23) setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas Perawatan Padang Guci ke RSUD Cahaya Batin, tidak ada tindakan yang nyata oleh UGD RSUD Cahaya Batin.
“Kronologis kejadian saat Abrar membersihkan rumput di kebun tetangga alias Upahan dengan menggunakan mesin rumput, baut pada pisau mesin ruput patah, sehingga kena kaki kanan yang mengakibatkan tulang kaki kiri putus,” ujarnya.
Lanjut Abrar, tindakan dari warga langsung dibawa ke Puskesmas Perawatan Padang Guci, tindakan dari tim medis Puskesmas Padang Guci luka pada tulang dijahit dan membuat rujukan ke RSUD Cahaya Batin.
“Dana yang dikeluarkan untuk mendapatkan rujukan dari Puskesmas Padang Guci sebesr 400 ribu rupiah, setelah itu berangkat ke RSUD Cahaya Batin masuk Unit Gawat Darurat (UGD) tetapi tidak mendapatkan pelayanan dari tenaga medis UGD RSUD Cahaya Batin,” jelas Abrar.
Lebih lanjut Abrar mengatakan, saat di UGD RSUD Cahaya Batin walaupun tidak ada tindakan dari pihak medis namun tagihan tetap masuk dengan tagihan pesien umum.
“Untuk tagihan apotik ada dua jenis sebesar 278 ribu rupiah dan 85 ribu rupiah ditambah tagihan untuk UGD sebesar 498 ribu rupiah, untuk tagihan hasil ronsen sebesar 150 ribu rupiah tidak menjadi permasalahan, tetapi tagihan dari apotik hanya diberikan dua keping obat saja, Saya rasa RSUD Kaur sudah memberi penekananan kepada rakyat kecil,” ungkapnya.
Sambungnya,karena tidak puas dengan pelayanan RSUD Cahaya Batin, pihak keluarga memutuskan untuk pulang dan berobat ke salah seorang mantri di Padang Guci ini, dan dinyatakan luka patah tulang bisa siperbaiki, sedangkan RSUD Cahaya Batin yang notabenenya rumah sakit besar di Kabupaten Kaur tidak bisa melayani dengan maskimal.
“Saya berharap kepada Bupati Kaur H Lismidianto,SH,MH sebagai pimpinan tertinggi di Kabupaten Kaur, saya sabagai rakyat kecil dan termasuk juga tim dalam pemenangan Berseri ini, rubah manajemen RSUD Cahaya Batin, jangan sampai rakyat kecil yang miskin tertindas tidak ada pelayanan oleh RSUD Cahaya Batin,” harapnya.
Di konfirmasi dengan Staf UGD Puskesmas Perawatan Padang Guci Binsi Tarudi, dia mengakui kalau dia yang melakukan perawatan pertama dan menjahit luka sebelum dirujuk ke RSUD Cahaya Batin.
“Untuk kita dari Puskesmas sudah melakukan dengan maksimal, pertolongan pertama sudah dilakukan, namun ketika melihat keadaan pasien maka tim medis melakukan tindakan rujukan ke RS.Umum Daerah Kaur supaya dilakukan perawatan lebih lanjut,” tutup Binsi Tarudi. Hingga diterbitkan berita ini awak media tetap mengupayakan untuk menemui pihak Rumah Sakit.(NS)

